Sunday, March 31, 2019

Gelisah di Bulan Maret


Gelisah di Bulan Maret
Maret tahun ini merupakan bulan dengan kegelisahan level dewa bagi saya. Saya sering minder dan menangis melihat orang-orang terdekat sukses dengan keahlian masing-masing. Menangis melihat teman-teman sukses bukan berarti saya tidak suka melihat mereka sukses, hanya saja kenapa saya begitu menyedihkan tanpa prestasi apapun. Sebenarnya kegelisahan ini mulai menyerang saya bulan november tahun lalu disaat saya mulai pindah dari kos-kosan ke asrama. Di Asrama orang-orang berlarian dalam mengejar kesuksesan. Misalnya Risma Mutmainah yang merupakan Umi Asrama mendapat penghargaan berkat kerja kerasnya, dia memenangkang Juara 3 dalam perlombaan Media Pembelajaran Nasional di Padang. Kesibukannya di organisasi kampus membawanya mendapat beberapa penghargaan. Dia juga tekun dalam dunia blog. Ketekunannya dalam menulis menjadikan blognya semakin ramai dikunjungi para pembaca. 
Selain Risma, ada Astri Ajeng Lestari mantan Ketua HIMA PGPAUD yang sekarang sibuk menjadi Dirjen Kaderisasi di BEM Rema. Saya sering memanggilnya Ajeng. Ajeng merupakan sahabat sekaligus keluarga bagi saya. Keakrabannya dengan siapa saja membuat saya iri. Ajeng begitu ramah pada setiap orang. Ajeng begitu bisa membujuk seseorang untuk ikut dalam setiap argumennya. 

Meninggalkan Risma dan Ajeng. Saya memiliki dua orang teman sekamar. Keduanya sedang sibuk di semester dua, sama-sama aktif di Himpunan Mahasiswa. Ada Dhiya Malinda Wianda yang pertama kali saya hubungi ketika ingin pindah ke asrama. Dhiya yang menjuarai Putra Putri UPI Tasik dan mahir memainkan alat musik gitar merupakan perempuan tinggi, cantik, polos dan baik hati. Saya juga iri dengan keahlian dan prestasi yang diraihnya. Saya ikut bangga dengan pencapaian Dhiya. Namun, saya minder karena tidak memiliki pencapaian apapun. Selain Dhiya ada juga Fanny Risanti Rachmawati  yang sekarang sibuk menjadi sekretaris di HIMA PGPAUD dan hobbynya membaca buku setiap malam. Saya sering mengintip cover buku yang Fanny baca untuk mengetahui judul buku apa yang membuatnya begitu asik berduaan dengan bukunya. Selain baca buku setiap malam, Fanny juga sering bermesraan dengan laptopnya. Fanny sepertinya tidak bisa jauh-jauh dari laptopnya karena mungkin kesibukannya sebagai Sekretaris.  Mereka semua adalah penghuni asrama putri UPI Kampus Tasikmalaya yang setiap harinya produktif mengerjakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi masa depan masing-masing. 

Mari kita tinggalkan cerita tentang penghuni asrama. Akhir-akhir ini ada Yulianti  yang mengajakku Challenge untuk menulis setiap hari dan diterbitkan di Blog pribadi kami. Untuk challenge hari pertama saya berhasil menulis sebuah tulisan berjudul “Malam dan Tulisan Kaku” yang saya terbitkan pada tanggal 15 Desember 2018. Tapi challenge ini hanya bertahan satu hari. Sedangkan Yuli, Dia bisa menerbitkan banyak tulisan dalam satu hari. Kalian ingin tahu siapa Yuli? Yulianti merupakan Mahasiswi semester 6 Jurusan Ilmu Komunikasi di UIN Sunan Gunung Djati sekaligus teman saya ketika SD dan MTs.
Setelah Challenge dari Yuli. Saya mulai memerhatikan Neng Rifa yang mendapat juara 3 Duta Perpustakaan Jabar serta aktif menulis di blog pribadinya. Neng Rifa merupakan teman seperjuangan saya di Komunitas Ngejah sejak tahun 2012. Kemampuan Public Speaking membawanya ke gerbangan kesuksesan. Rifa merupakan mahasiswi semester akhir di Universitas Sangga Buana Bandung. Sepertinya, Rifa sedang sibuk menyusun KTI.  
Semua pencapaian dan kebiasaan positif mereka  membuat saya bangga sekaligus iri. Setiap hari saya terus berpikir “apa yang saya miliki? Potensi apa yang saya punya”. Banyak pertanyaan yang mengintrogas diri sendiri tanpa tahu harus dijawab apa dan bagaimana. Saya sering menjerit dalam hati "kenapa?". Sering kali, menangis meratapi nasib. Oh iya, Saya sering Insomnia. Entah karena banyak banyak berpikir atau banyak pikiran.
Setelah saya mulai iri dan terus berpikir apa yang harus aku lakukan. Aku mulai menulis dan membaca buku setiap hari. Meskipun tulisan saya hanya terbit 1 minggu 2 kali dan membaca 1 buku dalam jangka waktu 2 minggu. Lebih baik daripada tidak sama sekali. Saat menulis saya membutuhkan waktu semalaman untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Biasanya setelah sholat subuh baru saya tidur. Saya kumpulkan kata-kata yang mencekoki pikiran yang ingin saya muntahkan satu persatu.
Sekian…

Gelisah di Bulan Maret Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Vita Sizu

6 komentar:

  1. Semangat berkarya teh vita 😘

    ReplyDelete
  2. Maa Syaa Allah
    Duh dirimulah yang selalu menginspirasi bu guru cantik

    ReplyDelete
  3. Semangat. Allah maha baik. Semua punya potensi masing2 ko

    ReplyDelete
  4. Semangat shabatku. Mudh mudahan apa yg dicita citakan slama ini tercapai😊😊

    ReplyDelete