Gelisah
di Bulan Maret
Maret
tahun ini merupakan bulan dengan kegelisahan level dewa bagi saya. Saya sering
minder dan menangis melihat orang-orang terdekat sukses dengan keahlian
masing-masing. Menangis melihat teman-teman sukses bukan berarti saya tidak
suka melihat mereka sukses, hanya saja kenapa saya begitu menyedihkan tanpa
prestasi apapun. Sebenarnya kegelisahan ini mulai menyerang saya bulan november
tahun lalu disaat saya mulai pindah dari kos-kosan ke asrama. Di Asrama
orang-orang berlarian dalam mengejar kesuksesan. Misalnya Risma Mutmainah yang
merupakan Umi Asrama mendapat penghargaan berkat kerja kerasnya, dia
memenangkang Juara 3 dalam perlombaan Media Pembelajaran Nasional di Padang. Kesibukannya
di organisasi kampus membawanya mendapat beberapa penghargaan. Dia juga tekun
dalam dunia blog. Ketekunannya dalam menulis menjadikan blognya semakin ramai
dikunjungi para pembaca.
Selain Risma, ada Astri Ajeng Lestari mantan Ketua
HIMA PGPAUD yang sekarang sibuk menjadi Dirjen Kaderisasi di BEM Rema. Saya
sering memanggilnya Ajeng. Ajeng merupakan sahabat sekaligus keluarga bagi saya.
Keakrabannya dengan siapa saja membuat saya iri. Ajeng begitu ramah pada setiap
orang. Ajeng begitu bisa membujuk seseorang untuk ikut dalam setiap argumennya.
Meninggalkan Risma dan Ajeng. Saya memiliki dua orang teman sekamar. Keduanya
sedang sibuk di semester dua, sama-sama aktif di Himpunan Mahasiswa. Ada Dhiya
Malinda Wianda yang pertama kali saya hubungi ketika ingin pindah ke asrama.
Dhiya yang menjuarai Putra Putri UPI Tasik dan mahir memainkan alat musik gitar
merupakan perempuan tinggi, cantik, polos dan baik hati. Saya juga iri dengan
keahlian dan prestasi yang diraihnya. Saya ikut bangga dengan pencapaian Dhiya.
Namun, saya minder karena tidak memiliki pencapaian apapun. Selain Dhiya ada
juga Fanny Risanti Rachmawati yang
sekarang sibuk menjadi sekretaris di HIMA PGPAUD dan hobbynya membaca buku
setiap malam. Saya sering mengintip cover buku yang Fanny baca untuk mengetahui
judul buku apa yang membuatnya begitu asik berduaan dengan bukunya. Selain baca
buku setiap malam, Fanny juga sering bermesraan dengan laptopnya. Fanny
sepertinya tidak bisa jauh-jauh dari laptopnya karena mungkin kesibukannya
sebagai Sekretaris. Mereka semua adalah penghuni
asrama putri UPI Kampus Tasikmalaya yang setiap harinya produktif mengerjakan
sesuatu yang sangat bermanfaat bagi masa depan masing-masing.
Mari
kita tinggalkan cerita tentang penghuni asrama. Akhir-akhir ini ada Yulianti yang mengajakku Challenge untuk menulis setiap
hari dan diterbitkan di Blog pribadi kami. Untuk challenge hari pertama saya
berhasil menulis sebuah tulisan berjudul “Malam dan Tulisan Kaku” yang saya
terbitkan pada tanggal 15 Desember 2018. Tapi challenge ini hanya bertahan satu
hari. Sedangkan Yuli, Dia bisa menerbitkan banyak tulisan dalam satu hari.
Kalian ingin tahu siapa Yuli? Yulianti merupakan Mahasiswi semester 6 Jurusan
Ilmu Komunikasi di UIN Sunan Gunung Djati sekaligus teman saya ketika SD dan
MTs.
Setelah
Challenge dari Yuli. Saya mulai memerhatikan Neng Rifa yang mendapat juara 3
Duta Perpustakaan Jabar serta aktif menulis di blog pribadinya. Neng Rifa
merupakan teman seperjuangan saya di Komunitas Ngejah sejak tahun 2012. Kemampuan
Public Speaking membawanya ke gerbangan
kesuksesan. Rifa merupakan mahasiswi semester akhir di Universitas Sangga Buana
Bandung. Sepertinya, Rifa sedang sibuk menyusun KTI.
Semua
pencapaian dan kebiasaan positif mereka
membuat saya bangga sekaligus iri. Setiap hari saya terus berpikir “apa
yang saya miliki? Potensi apa yang saya punya”. Banyak pertanyaan yang
mengintrogas diri sendiri tanpa tahu harus dijawab apa dan bagaimana. Saya
sering menjerit dalam hati "kenapa?". Sering kali, menangis meratapi
nasib. Oh iya, Saya sering Insomnia. Entah karena banyak banyak berpikir atau banyak
pikiran.
Setelah
saya mulai iri dan terus berpikir apa yang harus aku lakukan. Aku mulai menulis
dan membaca buku setiap hari. Meskipun tulisan saya hanya terbit 1 minggu 2
kali dan membaca 1 buku dalam jangka waktu 2 minggu. Lebih baik daripada tidak
sama sekali. Saat menulis saya membutuhkan waktu semalaman untuk menyelesaikan
sebuah tulisan. Biasanya setelah sholat subuh baru saya tidur. Saya kumpulkan
kata-kata yang mencekoki pikiran yang ingin saya muntahkan satu persatu.
Sekian…
Semangat berkarya teh vita 😘
ReplyDeleteMaa Syaa Allah
ReplyDeleteDuh dirimulah yang selalu menginspirasi bu guru cantik
Sukakkk
ReplyDeleteSemangat. Allah maha baik. Semua punya potensi masing2 ko
ReplyDeleteSemangat shabatku. Mudh mudahan apa yg dicita citakan slama ini tercapai😊😊
ReplyDelete❤❤❤
ReplyDelete